Artikel
Psikologi Umsura Deklarasikan Mahasiswa Sahabat Anak di Program DASH
- Di Publikasikan Pada: 06 Jul 2026
- Oleh: Admin
- 8
.png)
Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Psikologi
Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) resmi mendeklarasikan mahasiswanya
sebagai Sahabat Anak. Langkah ini melengkapi keterlibatan kampus dalam program
Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH).
Program DASH merupakan inovasi Pemerintah Kota
(Pemkot) Surabaya lewat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta
Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB).
Kegiatan ini menyasar peserta didik untuk mencegah
kenakalan remaja, perundungan, hingga kekerasan anak. Sepanjang 2026, agenda
ini bergulir di 1.213 SD dan SMP se-Surabaya.
Umsura menerjunkan empat dosen sebagai narasumber
ahli. Puluhan mahasiswa juga turun langsung menjadi fasilitator pendamping
siswa di berbagai sekolah.
Dekan Fakultas Psikologi Umsura, Dr. Dewi Ilma
Antawati menjelaskan, partisipasi ini adalah wujud nyata pengabdian kepada
masyarakat. Mahasiswa bisa mempraktikkan keilmuannya di lapangan.
“Program DASH menjadi ruang belajar yang sangat baik
bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu psikologi secara langsung di
masyarakat,” kata Dewi, Rabu (1/7/2026).
Menurut Dewi, kolaborasi antara perguruan tinggi dan
pemerintah daerah menjadi langkah taktis. Hal ini diarahkan untuk membangun
generasi muda berkarakter dan adaptif.
“Sinergi ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan
lingkungan yang ramah anak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari
pemerintah, sekolah, keluarga, hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.
Puncak partisipasi kampus ditandai lewat Deklarasi
Mahasiswa Psikologi Umsura sebagai Sahabat Anak. Deklarasi ini mengikat
komitmen mahasiswa untuk aktif melindungi hak-hak anak.
Perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Umsura,
Rosihan Agil Ardana menyebut program ini memberikan pengalaman berharga.
Menurutnya, ilmu dari bangku kuliah tidak berhenti di dalam kelas.
“Melalui kegiatan DASH, kami belajar bahwa menjadi
mahasiswa psikologi bukan hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga
hadir untuk memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Ia menegaskan deklarasi tersebut bukan sebatas simbol
formalitas. Ikrar ini menjadi jaminan jangka panjang untuk ikut serta mencegah
kasus perundungan di lingkungan sekolah.
“Deklarasi Sahabat Anak merupakan komitmen kami untuk
menjadi pribadi yang peduli, menghargai hak-hak anak, serta ikut mengampanyekan
pencegahan bullying,” tegasnya.
Kolaborasi kampus dan Pemkot Surabaya ini diharapkan
berjalan konsisten. Sebab, ketahanan psikologis anak usia dini menjadi fondasi
penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Sumber: https://beritajatim.com/psikologi-umsura-deklarasikan-mahasiswa-sahabat-anak-di-program-dash