Artikel
Bayu Firdaus Dorong Mahasiswa Psikologi Umsura Menjadi Agen Dakwah Digital
- Di Publikasikan Pada: 17 Jun 2026
- Oleh: Admin
- 5

pwmu.co - Di era transformasi
digital yang semakin pesat, peran anak muda dalam dakwah menjadi semakin
strategis. Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga
memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan di ruang
digital yang setiap hari diakses jutaan orang. Dengan kreativitas dan kemampuan
beradaptasi yang tinggi, anak muda memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor
dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kesadaran tersebut
menjadi salah satu latar belakang diselenggarakannya Creative Workshop Digital
oleh Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) pada Kamis
(11/6/2026).
Kegiatan yang
berlangsung di Gedung At-Tauhid Tower (ATT) Lantai 9 mulai pukul 13.00 WIB
tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian acara
hingga selesai.
Workshop menghadirkan
Bayu Firdaus, seorang praktisi dakwah digital yang saat ini tergabung dalam tim
Dai Digital Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai
narasumber utama.
Turut hadir dalam
kegiatan tersebut Dr. Imtihanatul M. Tsalitsah, M.Pd, selaku Sekretaris Program
Studi Fakultas Psikologi UMSURA. Dalam sambutan pembukaannya, ia menegaskan
bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola hidup masyarakat
secara signifikan.
Menurutnya, mahasiswa
sebagai generasi muda dan kader Muhammadiyah perlu mengambil peran aktif dalam
menghadirkan karya-karya positif di media sosial.
“Peran digital saat
ini telah mengubah gaya hidup banyak orang. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa
dan kader Muhammadiyah harus mampu menghadirkan karya serta berkontribusi dalam
konten-konten kebaikan di media sosial, karena dakwah dan mengajak kepada kebaikan
adalah kewajiban setiap muslim,” ujarnya.
Setelah sesi
pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif
bersama Bayu Firdaus. Dalam materinya, ia mengajak peserta untuk melihat media
sosial bukan hanya sebagai sarana hiburan atau pencitraan diri, melainkan
sebagai media dakwah yang efektif.
“Media sosial bukan
sekadar tempat mencari perhatian, tetapi ruang untuk menyebarkan cahaya
kebaikan,” ungkapnya di hadapan para peserta.
Bayu juga memaparkan
data penggunaan internet yang menunjukkan besarnya peluang dakwah di dunia
digital. Ia menjelaskan bahwa rata-rata waktu penggunaan internet melalui
berbagai perangkat mencapai 8 jam 52 menit per har, atau sekitar 73,3 persen
dari aktivitas harian, sehingga ruang digital menjadi salah satu medan dakwah
yang sangat potensial untuk dimanfaatkan.
Dalam kesempatan
tersebut, Bayu yang juga menjabat sebagai Sekretaris Takmir Masjid Ar-Royyan
Muhammadiyah Buduran menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam
gerakan dakwah digital.
“Anak muda adalah
motor perubahan. Kalian memiliki semangat, kreativitas, dan kemampuan teknologi
yang luar biasa. Lewat media sosial, dakwah dapat menjangkau ribuan bahkan
jutaan orang hanya melalui satu konten atau video yang bermanfaat,” jelasnya.
Diskusi berlangsung
hangat dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai strategi membangun
konten dakwah yang menarik, penggunaan teknologi digital secara bijak, hingga
tantangan berdakwah di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Melalui kegiatan ini,
Fakultas Psikologi UMSURA berharap mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen
informasi digital, tetapi juga mampu menjadi produsen konten yang memberikan
manfaat bagi masyarakat luas. Dakwah di era digital membutuhkan kehadiran
generasi muda yang kreatif, adaptif, dan memiliki pemahaman keislaman yang
baik. Dengan memanfaatkan teknologi secara positif, anak muda dapat menjadi
garda terdepan dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan, mencerahkan masyarakat,
dan menghadirkan wajah Islam yang ramah, moderat, serta berkemajuan