Artikel
Dua Toga, Satu Perjalanan: Kisah Pasangan Suami Istri Raih Gelar Doktor Bersama di Kampus Putih
- Di Publikasikan Pada: 27 Apr 2026
- Oleh: Admin
- 27

Ada yang berbeda di
antara ribuan wajah bahagia dalam Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang
yang digelar di Dome UMM, 21 April 2026. Di tengah riuh tepuk tangan, toga-toga
yang berayun, dan senyum keluarga yang merekah, terselip sebuah kisah yang
tidak banyak diketahui—kisah tentang dua insan yang menempuh perjalanan
akademik panjang, bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai satu kesatuan:
suami dan istri.
Mereka adalah Dr M Wahid
Nur Tualeka SThI MPdI dan Dr Imtihanatul Ma’isyatuts Tsalitsah SUd MPd—dua nama
yang hari itu resmi disematkan gelar doktor dalam momen yang sama. Bukan
sekadar kelulusan, tetapi pertemuan dua jalan panjang yang ditempuh dalam diam,
doa, dan kesabaran yang tak selalu terlihat oleh publik.
Wisuda Kampus Putih yang
dipimpin Rektor Prof Dr Nazaruddin Malik MSi bersama jajaran pimpinan
universitas menjadi saksi bagaimana capaian akademik dapat terjalin seirama
dengan perjalanan hidup. Turut hadir Wakil Rektor I Prof Akhsanul In’am PhD,
Wakil Rektor II Dr Ahmad Juanda AkM MCA, Wakil Rektor III Dr Nur Subeki ST MT,
Wakil Rektor IV Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD, serta Wakil Rektor V Prof Dr
Tri Sulistyaningsih MSi, beserta direktur pascasarjana, para dekan, kepala
biro, dan dosen yang turut menyaksikan momentum istimewa tersebut.
Namun yang menarik bukan
hanya siapa yang hadir, melainkan apa yang mereka capai.
Dr Wahid Nur Tualeka
mengangkat tema yang relevan dengan dinamika keberagamaan kontemporer melalui
disertasinya berjudul “Moderasi Beragama Perspektif Dakwah Elit Muhammadiyah di
Kota Surabaya.” Penelitian ini kemudian melahirkan buku “Membangun Moderasi
Beragama: Peran Dakwah Elit di Surabaya,” sebagai refleksi tentang bagaimana
narasi moderasi dibangun melalui gerakan dakwah yang strategis dan berpengaruh.
Sementara itu, Dr
Imtihanatul Ma’isyatuts Tsalitsah menghadirkan pendekatan yang tak kalah
menarik melalui disertasinya berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Integratif
Multidisipliner pada Mata Kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan Ilmu
Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya.” Karyanya
melahirkan dua buku sekaligus, “Integrasi Islam dan Psikologi” serta buku ajar
“Islam dan Psikologi.” Sebuah upaya menyatukan dua dunia yang selama ini kerap
berjalan beriringan namun belum sepenuhnya menyatu.
Dua disertasi, dua bidang
kajian, tetapi satu benang merah: integrasi. Integrasi antara ilmu dan nilai,
antara dakwah dan realitas sosial, antara psikologi dan spiritualitas. Dan
mungkin, tanpa disadari, juga integrasi antara dua perjalanan hidup yang saling
menguatkan.
Tidak banyak yang tahu
bagaimana proses itu berlangsung. Tentang malam-malam panjang yang dipenuhi
diskusi, tentang lelah yang mungkin datang bersamaan, atau tentang doa-doa yang
saling dipanjatkan dalam diam. Namun justru di situlah letak kekuatan cerita
ini—ia tidak selalu tampak, tetapi terasa.
Kisah ini bukan hanya
tentang pencapaian akademik, tetapi tentang makna kebersamaan dalam perjuangan.
Bahwa ilmu tidak selalu ditempuh sendirian, dan keberhasilan tidak selalu
berdiri di atas satu nama saja.
Di Dome UMM hari itu, dua
gelar doktor disematkan. Namun lebih dari itu, ada sebuah pesan yang
tertinggal: bahwa perjalanan ilmu, ketika dijalani bersama iman dan kesabaran,
dapat melahirkan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar gelar—ia
menjadi cerita, inspirasi, dan jejak yang akan dikenang. (*)
Sumber: https://klikmu.co/dua-toga-satu-perjalanan-kisah-pasangan-suami-istri-raih-gelar-doktor-bersama-di-kampus-putih/
_________________________________
Pendaftaran Mahasiswa Baru
Fakultas Psikologi UMSURA
Gelombang II Dibuka sampai 30 April 2026
.
Selengkapnya: www.um-surabaya.ac.id.
Segera Daftarkan Dirimu
#fpsi
#fakultaspsikologi
#psikologiumsby
#umsurabaya
#umsurabayakeren
#kampusunggul
#kampusjatim
#kampusmuhammadiyah
#kampusindonesia
#kampusberdampak